Home / Militer / Prajurit Resimen Arhanud-1/F Dam Jaya Ikuti Penyuluhan Kesehatan Cegah Dini HIV/AIDS

Prajurit Resimen Arhanud-1/F Dam Jaya Ikuti Penyuluhan Kesehatan Cegah Dini HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sedangkan Acquired Immunedeficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala dan tanda penyakit atau sekumpulan gejala penyakit akibat hilangnya/menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang. Dalam rangka pencegahan HIV/AIDS sejak dini, Prajurit Resimen Arhanud-1/F Dam Jaya ikuti penyuluhan kesehatan di Aula Yonarhanud 10/ABC Dam Jaya, Bintaro, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (19/12).

Dr. S. E. Ninik Parwanti sebagai pemateri dari Rumkitban 00.08.01/JS Kesdam Jaya, menjelaskan tentang pentingnya pengetahuan masalah kesehatan tentang HIV/AIDS.

Menurutnya, Sebagian besar penularan HIV di Indonesia terjadi melalui penularan seksual, sehingga pencegahan HIV perlu difokuskan pada hubungan seksual yang berisiko. Seseorang yang sudah terkena HIV akan mengalami gejala-gejala ringan, namun tidak mengancam nyawanya seperti demam yang bertahan lebih dari sebulan, menurunnya berat badan lebih dari 10 %, diare selama sebulan (konsisten atau terputus-putus), berkeringat di malam hari, batuk lebih dari sebulan dan gejala kelelahan yang berkepanjangan (fatigue).

“Setiap orang perlu memperoleh informasi yang akurat agar memiliki perilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab diantaranya tidak melakukan hubungan seksual, hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang dan saling setia serta gunakan kondom secara benar setiap kali berhubungan seksual berisiko,” jelas  dr. S. E. Ninik Parwanti.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit HIV/AIDS, diantaranya adalah disebabkan karena darah yang digunakan untuk transfusi  tercemar HIV, sering melakukan hubungan seks dengan ganti-ganti pasangan, produk darah dan plasma yang tercemar HIV, penggunaan alat-alat seperti jarum yang tidak steril dan orangtua yang sudah terinfeksi HIV.

“Penyakit ini dapat dicegah melalui pencegahan penularan kontak seksual dengan melakukan hubungan seksual pada satu orang atau saling setia, pencegahan penularan melalui darah dengan menganjurkan pada seseorang yang HIV positif agar tidak menjadi donor darah, pencegahan penularan dari Ibu kepada anak dengan menjalani program PMTCT (Prevention from Mother  To Child Transmission) untuk mencegah penularan dari sang ibu kepada anaknya, dan tes HIV untuk mengetahui status secara dini agar memberikan kesempatan pada orang yang bersangkutan untuk segera memulai pengobatan dan konseling,” terang dr. S. E. Ninik Parwanti.

Selama kegiatan berlangsung, prajurit Resimen Arhanud-1/F Dam Jaya sangat antusias menerima penyuluhan. Hal ini tampak saat diberikan sesi tanya jawab, banyak prajurit yang mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan umumnya berupa tindakan terhadap bahaya penyakit HIV/AIDS, baik pengobatan maupun tindakan pencegahan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya penyakit HIV/AIDS, sehingga prajurit Resimen Arhanud-1/F Dam Jaya mendapatkan gambaran dalam upaya mencegah diri ataupun keluarga dari bahaya penyakit tersebut.

About admin

Check Also

JAM KOMANDAN MENARHANUD-1/F DAM JAYA DI BULAN JANUARI 2017

Tidak butuh waktu lama Komandan Menarhanud-1/F Dam Jaya Kolonel Arh I Made Kusuma D.G. dalam …