Home / DHUAJA

DHUAJA

DHUAJA “RAKÇA  BHUANA YAKÇA”

m_duaja-resimen

  • Nama : RAKCA BHUANA YAKCA
  • Bentuk : Empat persegi panjang dengan ukuran 90×60 cm2 dan jumbai-jumbai tepi berukuran 7 cm.
  • Tata Warna : Hijau sebagai dasar, merah, biru, kuning, hitam putih.
  • Lukisan dan susunannya : Pada dasar  warna hijau beludru, terdapat lambang Resimen Arhanud-1/Faletehan, bintang bersudut lima, untaian padi dan kapas, tugu proklamasi, dua lilitan petir, Trisula, busur, ombak air, sehelai pita bertulisan motto RAKCA BHUANA YAKCA.
  • Surya Sangkala : KILAT CAKTI GAPURA NAGARA.

Arti

KILAT CAKTI GAPURA NAGARA

  • KILAT             :          6
  • CAKTI            :           6
  • GAPURA       :           9
  • NAGARA       :           1

Surya sangkala ini dapat diartikan sebagai ”Satu kekuatan yang ampuh di udara yang menjadi penjaga keamanan negara”. Surya Sangkala tersebut dituliskan melingkar pada leher kepala tiang Dhuaja dan menunjukkan tahun kelahiran Resimen Arhanud-1/Faletehan pada tahun 1966.

  • Dasar beludru warna hijau. Menunjukkan medan/dataran dimana Angkatan Darat melaksanakan pengabdiannya kepada negara.
  • Jumbai warna kuning emas. Melambangkan keseluruhan budi dan cita-cita.
  • Bintang bersudut lima warna kuning emas. Melambangkan bahwa setiap prajurit dibawah naungan Dhuaja RAKCA BHUANA YAKCA adalah prajurit Pancasila sejati, memiliki pandangan yang luas dan hasrat berkembang.
  • Uraian padi dan kapas warna kuning emas. Melambangkan bahwa Resimen Arhanud-1/Faletehan sebagai teknik alat revolusi berjuang bersama seluruh rakyat Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur.
  • Dua lilitan petir warna merah. Melambangkan bahwa Resimen Arhanud-1/Faletehan selalu mengikuti dan mengembangkan kemajuan teknik senjatanya dalam menanggulangi lawan. Disamping itu, sesuai dengan sifat-sifat petir diharapkan Resimen Arhanud-1/Faletehan mempunyai gerak cepat serta daya penghancur yang dasyat untuk membasmi musuh. Dengan demikian Resimen Arhanud-1/Faletehan dapat menjamin keamanan udara diatas daerah yang menjadi tanggung jawabnya sebagai tugas pokoknya. Warna merah diartikan berani didalam membela kebenaran serta bertanggung jawab.
  • Busur warna kuning dan trisula warna merah, tegak menghadap keatas, diartikan sebagai Kesatuan Pertahanan Udara selalu waspada setiap saat dalam melaksanakan pengawasan udara dan siap untuk menghancurkan musuh yang datang dari udara. Trisula berujung tiga, busur terbagi dalam lima bagian dan pada pegangan busur terdapat tujuh keretan, diartikan bahwa setiap prajurit Resimen Arhanud-1/Faletehan didalam melaksanakan tugasnya selalu berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta doktrin Tri Ubaya Cakti.
  • Ombak air terdiri tiga baris berwarna hitam dan biru langit. Melambangkan bahwa selain tugas pokoknya, Resimen Arhanud-1/Faletehan mempunyai tugas tambahan untuk menghancurkan musuh yang datang dari darat dan laut.
  • Tugu Proklamasi Pegangsaan Timur Jakarta. Melambangkan daerah dimana Resimen Arhanud-1/Faletehan berada. Warna putih berarti suci, jujur, dan tanpa pamrih.
  • Ombak air berjumlah 17, kapas berjumlah 8, dan padi berjumlah 45. Melambangkan bahwa dengan mengingat Proklamasi 17 agustus 1945 yang menjadi titik tolak perjuangan Bangsa Indonesia maka setiap prajurit Resimen Arhanud-1/Faletehan diharapkan memiliki jiwa dan semangat ”45”.
  • Pita kuning bertulisan RACKA BHUANA YAKCA warna hitam, mempunyai arti :

RAKCA                       :   Penjaga/Pengawal

BHUANA                   :   Jagad/Angkasa

YAKCA                       :   Agung

Arti rangkaiannya adalah ” Pengawal Angkasa Yang Agung ”

Rangkaian arti keseluruhan :

Resimen Arhanud-1/Faletehan setiap saat melaksanakan pertahanan udara dipusat pemerintahan Republik Indonesia. Setiap Prajurit yang bernaung di bawah Dhuaja RAKCA BHUANA YAKCA adalah prajurit yang memiliki sifat-sifat ksatria sejati, yang dalam melaksanakan tugasnya selalu berpedoman kepada Pancasila, UUD 45, Sumpah Prajurit dan Doktrin Ubaya Cakti.