Home / SEJARAH

SEJARAH

SEJARAH SINGKAT RESIMEN ARHANUD-1/FALETEHAN DAM JAYA

Resimen Artileri Pertahanan Udara-1/Faletehan Dam Jaya lahir, tumbuh dan berkembang seirama dengan tuntutan keadaan yang dinamis yang terjadi di Ibukota Negara Republik Indonesia.Apabila kita mengamati sejarah terbentuknya, maka Resimen Artileri Pertahanan Udara-1/Faletehan Dam Jaya merupakan penyatuan beberapa satuan Arhanud yaitu Batalyon-Batalyon Arhanud yang telah ada sebelumnya di wilayah Kodam Jaya. Pada proses terbentuknya mengalami beberapa perubahan yang menyangku struktur organisasi, nama satuan dan dislokasi satuan.

Resimen Artileri Pertahanan Udara-1/Faletehan adalah satu-satunya Resimen Artileri Pertahanan Udara yang ada di Indonesia saat ini, yang diresmikan pada pada tanggal 13 Agustus 1966.

Awal Pembentukan

Sejarah kelahiran Menarhanud-1/F tidak dapat dipisahkan dari sejarah pertumbuhan Satuan Arhanud (semula dikenal dengan sebutan ARSU sebelum tahun 1965) yang telah ada sebelum Menarhanud-1/F terbentuk. Dilihat dari sejarah pertumbuhan satuan-satuan tersebut, dapat diketahui bahwa Menarhanud-1/F dibentuk melalui beberapa proses sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi saat itu.

Yonarhanudse-6 berasal dari Yon Kuning dan Yonarhanudse-10 berasal dari Yon Biru yang berkedudukan di PUSLATSAT Yosowilangun/Lumajang. Kedua Batalyon tersebut tersebut ditetapkan organik dan administratif Kodam Jaya terhitung mulai tanggal 1 Desember 1962. Berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin/114-2/1963 tanggal 14 Pebruari 1963, kedua Batalyon tersebut dipindahkan dari Yosowilangun/Lumajang ke Tanjung Priok Jakarta. Sedangkan untuk Yonarhanudri-1, Stasiun Radar Angkatan Darat 051 dan 054 sejak terbentuknya sudah berada di Jakarta. Satuan-satuan tersebut dibentuk dalam rangkaian perwujudan rencana pembangunan 8 tahun Angkatan Darat, khususnya pembangunan Komando Pertahanan Udara Angkatan Darat. Selanjutnya kelima satuan tersebut disusun dalan suatu wadah untuk mengawali pembentukan Brighanud-1 (sekarang Resimen Arhanud-1/Faletehan).

Pembentukan

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nomor Kep/129-3/1966 tanggal 6 Agustus 1966 diresmikanlah Brigade Pertahanan Udara-1 yang disingkat “BRIGHANUD-1” pada tanggal 13 Agustus 1966, dan tanggal inilah yang dikemudian dinyatakan sebagai Hari Jadi Resimen Artileri Pertahanan Udara-1/Faletehan Dam Jaya.

Diawal pembentukannya Kesatuan ini membawahi :

1.         Batalyon Pertahanan Udara Ringan-1
2.         Batalyon Pertahanan Udara Sedang-6
3.         Batalyon Pertahanan Udara Sedang-10
4.         Stasiun Radar Angkatan Darat-051
5.         Stasiun Radar Angkatan Darat-054

skep1

skep2

Dislokasi Brighanud-1 beserta satuan bawahannya pada saat itu adalah :

1.         Mabrighanud-1 : Jl. Lagoa Kanal Tanjung Priok Jakarta Utara
2.         Yonhanudri-1 : Jl. Mangun Sangkoro, Jakarta Barat Kemudian dipindahkan ke Bintaro – Jakarta Selatan.
3.         Yonhanudse-6 : Jl. Lago Kanal Tanjung Priok –Jakarta Utara.
4.      Yonhanudse-10 : Jl. Lago Kanal Tanjung Priok Jakarta Utara Kemudian di pindahkan Ke Bintaro Jakarta Selatan.
5.         Stadarat-051 : Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma.
6.         Stadarat-054 : Lapangan Halim Perdana Kusuma.

Perkembangan Organisasi

Perubahan Nama Satuan.

Berdasarkan Radiogram Danpusarhanud Nomor TR/145/1968 tanggal 23-3-1968 maka sebutan Brigade Pertahanan Udara beserta unsur tempurnya dirubah menjadi :

  • Brigade Pertahanan Udara-1 dirubah menjadi Resimen Artileri Pertahan Udara-1 yang disingkat dengan sebutan MENARHANUD-1.
  • Batalyon Pertahanan Udara Ringan-1 dirubah menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan-1 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDRI-1.
  • Batalyon Pertahanan Udara Sedang-6 dirubah menjadi Batalyon Artileri Pertahan Udara Sedang-6 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDSE-6.
  • Batalyon Pertahanan Udara Sedang-10 dirubah menjadi menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-10 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDSE-10.
  • Stadarat-051 dan Stadarat-054 digabung menjadi Detasemen Radar-01 dengan Komandannya Kapten Art Kusnaedi.

Susunan Pejabat teras Brighanud-1 pada saat itu adalah sebagai berikut :

  • Danbrighanud-1 : Letkol Art S. Kadi (pangkat terakhir Brigjen TNI)
  • Danyonarhanudri-1 : Kapten Art Wahyudi (diberhentikan).
  • Danyonarhanudse-6 : Letkol Art Iskandar (pangkat terakhir Kolonel).
  • Danyonarhanudse-10 : Mayor Art Budiman (pangkat terakhir Kolonel).
  • Danstadarat : Letda Art E. Kusnaedi (pangkat terakhir Kolonel)

Penerimaan lambang satuan

Tahun 1969 merupakan tahun penting dalam sejarah satuan Menarhanud-1, karena pada saat ini berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nomor Skep/174-3/IX/1969 tanggal 10 September 1969, satuan-satuan Menarhanud-1 menerima lambang satuan sebagai berikut ;

1.         Menarhanud-1 menerima :
Dhuaja ”RAKCA BHUANA YAKCA”

lambang resimen

2.         Yonarhanudri-1 menerima :
Tunggul “PURNA BAJRA CAKTI”

lambang yon1

3.         Yonarhanudse-6 menerima :
Tunggul “BALADIKA AKASA YUDHA”

lambang yon6

4.         Yonarhanudse-10 menerima :
Tunggul ”AGNI BHUANA CAKTI”

lambang yon10

Penerimaan lambang-lambang satuan ini dilaksanakan dalam Upacara Militer di Lapangan Parkir Timur Senayan dan bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Pangdam V/Jaya Mayjen TNI Makmum Murod.

Pemindahan Kesatrian Yonarhanudri-1.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam V/Jaya Nomor ST/119-4/ III/1973 tanggal 28 Maret 1973, Kesatrian Yonarhanudri-1 dipindahkan dari Jl. Mangunsarkoro-16 Jakarta Pusat Ke Bintaro Jakarta Selatan dengan telah diresmikannya asrama Bintaro oleh Kasad Letnan Jendral TNI Surono Pada Tanggal 11 April 1973, Maka Yonarhanud-1 menjadi penghuni asrama Militer Bintaro.

Regrouping Yonarhanudse-10

Sesuai Renstra Hankam 1975-1978 dan konsep Pembangunan Kekuatan TNI-AD 1974-1976 maka pada tanggal 2 April 1975 telah dimulai Regrouping Yonarhanudse-10.

Pembekuan Denradar-01.

Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nomor Skep/1-2/I/1977 tanggal 02 Januari 1977 maka Detasemen Radar-01 dibekukan dan bekas personel Denradar tersebut dimanfaatkan untuk mengisi kekuatan satuan Menarhanud-1, sedangkan material diserahkan ke Komat Kologdam V/Jaya.

Alih Status Yonarhanudri-1.

1.         Berdasarkan Surat Perintah Pangdam V/Jaya Nomor Sprin/180-3/III/1978 tanggal 7 Maret 1978 maka Yonarhanudri-1 dialih statuskan dari organik Kodam V/Jaya ke dalam organik Kostrad. Upacara alih status dilaksanakan di lapangan Upacara Kodam V/Jaya pada tanggal 9 Maret 1978 dengan Inspektur Upacara Deputi KASAD Letjen TNI Poniman.

2.         Dengan alih statusnya Yonarhanudri-1 ditambah dengan pembekuan Denradar-01, maka satuan yang berada di jajaran Menarhanud-1/Faletehan adalah :

  • Markas Resimen Artileri Pertahanan Udara-1 (Mamenarhanud-1).
  • Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-6 (Yonarhanudse-6).
  • Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-10 (Yonarhanudse-10).

Pembentukan Denarhanud Rudal-003.

  • Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/47/II/1989 tanggal 3 Pebruari 1989 tentang berdirinya Denarhanud Rudal-003 organik ke dalam jajaran Menarhanud-1/Faletehan.
  • Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam Jaya Nomor Skep/53-2/II/1989 tanggal 27 Pebruari 1989 tentang berdirinya Denarhanud Rudal-003 organik ke dalam jajaran Menarhanud-1/Faletehan
  • Peresmian berdirinya Denarhanud Rudal 003 dilaksanakan pada tanggal 2 Pebruari 1989 bertempat di Lapangan Upacara Denarhanud Rudal 003 dengan Inspektur Upacara Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Edi Sudrajat. Pejabat Denarhanud Rudal 003 pertama adalah Mayor Art Anshory Tadjudin.
  • Tunggul Denarhanud Rudal 003 “AKASA RAKCA KSATRIYA :

LOGO DENARH 003

Redislokasi Markas Resimen Arhanud-1/Faletehan.

1.         Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/1440-4/VII/2004 tanggal 14 Juli 2004 tentang redislokasi Markas Resimen Arhanud-1/Faletehan dari Jl. Lagoa Kanal, Tanjung Priok Jakarta Utara ke Jl. Raya Pondok Betung, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan (Eks. Markas Baterai C Yonarmed-7 105/GS Dam Jaya).

2.         Dengan diresmikannya Markas Resimen Arhanud-1/Faletehan oleh Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo pada tanggal 5 April 2005, maka Markas Resimen Arhanud-1/Faletehan secara keseluruhan telah berpindah ke Jl. Raya Pondok Betung, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan.

dislokasi

Pejabat-pejabat Menarhanud-1/F Dam Jaya

1.         Letkol Art S. Kadi, Agustus 1966 s.d. Januari 1968 pangkat terakhir Brigjen TNI ( Purn ).

kolonel kadi

2.         Kolonel Art Puspo Widagdo, Januari 1968 s.d. Pebruari 1970.

kolonel puspo

3.         Letkol Art Coleman, Pebruari 1970 s.d. Maret 1974 pangkat terakhir Kolonel (Purn ).

kolonel coleman

4.         Kolonel Art Iskandar, Maret 1974 s.d. Nopember 1977 pangkat terakhir Kolonel (Purn).

kolonel iskandar

5.         Letkol Art Harsono, Nopember 1977 s.d. Juni 1978 pangkat terakhir Brigjen TNI (Purn ).

kolonel harsono

6.         Kolonel Art Joko Pramono, Juni 1978 s.d. Juni 1980 pangkat terakhir Mayjen TNI ( Purn ).

kolonel djoko

7.         Kolonel Art RS. Museno, Juli 1980 s.d. September 1983 pangkat terakhir Brigjen TNI ( Purn ).

KOLONEL MOESENO

8.         Kolonel Art P. Toding, September 1983 s.d. Januari 1986 pangkat terakhir Mayjen TNI ( Purn ).

KOLONEL P. TODING

9.         Kolonel Art Soekisno, Januari 1986 s.d. Pebruari 1988 pangkat terakhir Brigjen TNI ( Purn ).

KOLONEL SOEKISNO

10.       Kolonel Art Soewandi, Pebruari 1988 s.d. Agustus 1989.

KOLONEL SUWANDI

11.       Kolonel Art Moch. Subasir Agustus 1989 s.d. September 1992 pangkat terakhir Kolonel ( Purn ).

KOLONEL M. BASIR

12.       Kolonel Art Zaenal Arifin, September 1992 s.d. Juli 1994 pangkat terakhir Brigjen TNI ( Purn ).

KOLONEL ZAENAL ARIFIN

13.       Kolonel Art Supardi, Juli 1994 s.d. Desember 1995 pangkat terakhir Kolonel ( Purn ).

KOLONEL SUPARDI

14.       Kolonel Art Mazni Harun, Desember 1995 s.d. Januari 1998 (Brigjen TNI Purn).

KOLONEL MAZNI HARUN

15.       Kolonel Art Prijanto, Januari 1998 s.d. Juni 1998 (Mayjen TNI Purn).

KOLONEL PRIJANTO

16.       Kolonel Art Haris Patriosa, Juni 1998 s.d. Oktober 2000. pangkat terakhir Kolonel ( Purn ).

KOLONEL HARIS PATRIOSA

17.       Kolonel Art Junias L. Tobing, Oktober 2000 s.d. Agustus 2002. pangkat terakhir Brigjen TNI (Purn).

KOLONEL JUNIAS TOBING

18.      Kolonel Art Hadi Prasojo, Agustus 2002 s.d. 2005. . (Mayjen TNI).

kolonel hadi prasojo

19.      Kolonel Arh I Dewa Ketut Siangan, Nopember 2005 s.d. Juli 2008. . (Brigjen TNI).

KOLONEL I DEWA KETUT

20.      Kolonel Arh Moch. Henry S, SE; Juli 2008 s.d. April 2009.

KOLONEL M. HENRY S

21.      Kolonel Arh Iriyanto, S.IP; April 2009 s.d.Juni 2011.

KOLONEL IRIYANTO

22.      Kolonel Arh Hasanuddin, S.I.P.; Juni 2011 s.d.April 2012.

KOLONEL HASSANUDIN

23.      Kolonel Arh Candra Wijaya; April 2012 s.d. Pebruari 2014.

KOLONEL CANDRA WIJAYA

24.      Kolonel Arh A.M. Suharyadi, S.I.P., M.Si.; Pebruari 2014 s.d. April 2015.

KOLONEL SUHARYADI

25.      Kolonel Arh I Made Kusuma D.G.; April 2015 s.d. Sekarang.

KOLONEL I MADE KUSUMA

Tugas Operasi di Luar Jakarta

1.         Kalimantan Barat.

Dalam rangka Operasi Dwikora, Menarhanud-1/F Dam Jaya ikut serta dengan mengerahkan dua Peleton pasukan di bawah pimpinan Pelcapa M. Yahya (sekarang Kolonel) yang diperlengkapi persenjataan 6 pucuk SMB 12,7 mm dan senjata organik dan operasi dimulai pada tanggal 12 Januari 1966.

2.         Timor-Timur

Untuk satuan jajaran Menarhanud-1/F, tidak ditugasi dalam susunan satuan, melainkan dalam bentuk team atau perorangan yang dimasukkan dalam susunan tugas yaitu :

  • Bulan Januari 1977 s.d. 1978 dua orang Pama Menarhanud-1/F ( Kapten Art Haris Suratmo dengan Kapten Sudrajat) beserta beberapa orang anggota di Satgas Hankam Timor-Timur.
  • Bulan Mei 1977 s.d. Juni 1978 tiga orang anggota Kihub Menarhanud-1/F ( Peltu Yayan Sofyan, Serka Suparmo K dan Koptu Tugimin) mendapat tugas ke Timor-Timur yang bergabung dengan Baterai Armed-7/76 Tarik.
  • Pebruari 1979 s.d. 1980 1 orang Perwira (Kapten Art Gede Tamba) beserta beberapa orang anggota melaksanakan tugas Apter Timor-Timur yang mana pada periode ini menyusul 2 orang Perwira bertindak selaku Integrator dan bertugas selama 6 bulan (Kapten Art Mulyono R. Dan Kapten Art Yoyok Mulyomartoy)
  • Periode Maret 1980 s.d. Maret 1981 satu orang Pama A.n. Kapten Art Taat Trijanuar beserta 6 orang Bintara melaksanakan tugas Apter Timor-Timur rotasi penugasan selanjutnya.

3.         Aceh.

  • Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/2692-2/XII/2004 tanggal 17 Desember 2004 telah diberangkatkan 1 orang Pama dan 2 orang Bintara Menarhanud-1/F a.n. Kapten Art Kurniawan Fitriana, Serka Isbudi Utomo dan Sertu Kawit Riyono yang tergabung dalam Satgas Intel Koopslihkam TNI di daerah rawan Aceh.
  • Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/253-02/II/2007 tanggal 15 Pebruari 2007 tentang Perintah Penugasan Operasi Intelstrat Leuser di wilalay NAD BKO ke BAIS a.n. Kapten Arh Bambang Edhy Purwanto sampai sekarang belum kembali.

4.         Ambon

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/2269-02/XI/2006 tanggal 17 Nopember 2006 tentang mengikuti tugas Operasi di wilayah Maluku/Malut TA. 2006 BKO kepada Pangdam XVI/Pattimura a.n. Lettu Arh Panji Permana dan Sertu Warih Pahudin Periode 2006 s.d. 2007.

5.         Timur Tengah.

Periode 1978 s/d 1979 telah ditugaskan beberapa Pamen A.n. Mayor Art Adolf Izhak Tiwow .

6.          Vietnam.

Dalam rangka penugasan ICCS di Vietnam telah diberangkatkan beberapa orang Perwira dan Bintara, antara lain Letkol Art Pakroes, Mayor Art Bambang Permadi, Mayor Art Karsono dan Serda Sarmil D.

7.         Kongo.

  • Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/734/IV/2007 tanggal 13 April 2007 tentang perintah untuk melaksanakan tugas sebagai Military Observer pada Misi MONUC PBB di Kongo a.n. Mayor Arh Trias Wijanarko NRP 11950053410674.

PAK TRIAS

  • Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/2457/VIII/2015 tanggal 31Agustus 2015 tentang perintah untuk melaksanakan tugas sebagai Military Observer dam Military Staf pada Misi MONUSCO PBB di Kongo a.n. Kapten Arh Viki Herwandi NRP 11040037180683.

pak viki

8.        Libanon.

Sertu Sudi HarsonoNRP 21000122570977 Ba Yonarhanudse-10/1/F Dam Jaya pada 20 November 2009 tergabung dalam Misi Pasukan Perdamaian PBB Kontingen Garuda XXIII C, melaksanakan tugas sebagai Milstaf G6/IT Aux di wilayah Marjayoun bergabung dengan Brigade dari Spanyol wilayah Sector East (Seceast).

pak sudi

Tugas di Wilayah Jakarta

1.         Operasi Jaya Wibawa I.

Dalam Rangka Operasi Jaya Wibawa I yang bertempat di daerah jakarta dari tanggal 08-07-1966 s.d. 30-09-1966 telah di tugaskan 1 Brighanud-1 dengan senjata ringan organik. Operasi ini untuk meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan satuan.

2.         Pengamanan HUT ABRI 1966.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam V/ Jaya NomorST-227-2/1968 tanggal 21-08-1966 tentang perintah pengamanan HUT ABRI dengan sasaran pokok melindungi pasukan upacara terhadap keminh\gkinan serangan udara.Upacara dilaksanakan tanggal 1 Oktober 1966 di L:ubang Buaya.
pengamanan dik\laksanakan dengan kekuatan 1 Denarhanudri di bawah pimpinan Letda Art Poniman, persenjataan 4 pucuk 12,7mm dan pucuk Meriam 20mm serta senjata ringan organik.

3.         Pengamanan HUT ABRI 1968.

Berdasarkan Perintah Operasi pandam V/ Jaya Nomor PO-01-2/2/1968 tanggal 27 Pebruari 1968 dalam rangka mengamankan sidang Mahmilud dengan sasaran pokok melindungi sidang dengan serangan udara. Operasi dilaksanakan tanggal 21-03-1968 s.d. 31-01-1969 di sekitar gedung MPRS dengan kekuatan 1 Denarhanudse, persenjatan Meriam 57mm beserta senjata organik .

4.         Pengamanan pemilu 1977.

  • Berdasarkan perintah Operasi Dengan Ibu Kota RI Nomor PO /012-2/I1971tantang pengamanan para pemilu, maka telah dilaksanakan operasi pengamana pada tanggal 11-02-1971 s.d 20-04-1971 di daerah Jakarta Utara dengan kekuatan 1 Ton pasukan bersenjata organik.
  • Berdasarkan Perintah Operasi Tricipta Laksuda Jaya Tentang Pengamanan Pra Pemilu, Pemilu dan Purna Pemilu 1977 s.d. Sidang Umum MPR 1978, telah ditugaskan 3 SSK pasukan Arhanud bersenjata ringan organik untuk Bp satuan pengamanan yang dipimpin oleh Brigjen TNI Haki Choumain.

5.         Operasi Sabet.

Berdasarkan perintah Operasi Nomor Prinops/2-2/Kamda/VII/1978 tanggal 20-06-1978 tentang Operasi Sabet, maka Menarhanud-1/F telah mengerahkan pasukan dengan kekuatan 1 SSK (100 orang) bersenjata laras pendek, bertugas di wilayah Kodim 0502/JU dari tanggal 21 s.d. 28 Juni 1978.

6.          Pengamanan Tritura.

Tanggal 09-01-1979 Menarhanud-1/F telah mengeluarkan pasukan dengan kekuatan 1 SSK (100 orang) bersenjata organik atas perintah Pangdam V/Jaya melalui Surat Telegram Nomor STR/13-2/I1979 tanggal 12-01-1979.

7.         Pengamanan Konfrensi MEE dan ASEAN.

Untuk mengamankan jalannya Konferensi Internasional MEE-ASEAN yang dilaksanakan tanggal 26 s.d. 28 Pebruari 1979 maka Laksus Pangkopkamtibda Jaya telah mengeluarkan Rencana Operasi ERASTA yang unsur di dalamnya terdapat unsur Satpamtaksung, di mana Danmenarhanud-1 bertindak selaku Dansat Pamtaksung, yang membawahi seluruh wilayah Satwil yang berada di wilayah Jakarta. Posko diajukan ke Poskotis Yongar (Bank Indonesia, Jl. Thamrin Jakarta). Pelaksanaan pengamanan dilaksanakan mulai tanggal 23 Pebruari s.d. 23 Maret 1979 dengan hasil aman.

8.          Pengamanan Sea Games X.

Hasil rapat Laksuda Jaya tanggal 06-09-1979 telah menunjuk Danmenarhanud-1/F selaku Dansatpamtaksung Sea Games X yang membawahi seluruh Satwil di Daerah Jakarta. Pengamanan dilaksanakan tanggal 16-09-1979 dalam keadaan aman, dengan posko diajukan ke Poskotis Yongar Jl. Tamrin (Bank Indonesia).

9.          Pengamanan HUT ABRI ke-34.

3 SSK Menarhanud-1/F dan Denarhanud Rudal 003 PHH-AD digerakkan untuk melaksanakan pengamanan HUT ABRI ke-34 dari tanggal 04 s.d. 05 Oktober 1979.

10.         Operasi Sabet II.

Tanggal 11-10-1979 s.d. 31-10-1979, sebanyak 45 orang anggota Menarhanud-1/F telah digerakkan untuk melaksanakan pengamanan HUT ABRI ke-34 dari tanggal 04 s.d. 05 Oktober 1979.

11.          Pengamanan Pelepasan Eks Tapol.

Pada tanggal 20 Nopember 1979, Menarhanud-1/F mengadakan kegiatan pengamanan eks Tapol G.30.S/PKI dari pulau Buru. Pelaksanaan sesuai dengan perintah Pangdam V/Jaya Nomor STR 221-2/XI/1979 tanggal 22-11-1979 dan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok, Gelanggang Remaja Jakut dan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, situasi aman.

12.        Operasi Sabet III

Dalam rangka Operasi Sabet III telah digerakkan 120 orang anggota Menarhanud-1/F bersenjata pendek untuk melaksanakan tugas tersebut pada tanggal 28 dan 29 Januari 1980.

13.         Pengamanan Kedubes Sovyet Rusia.

Berdasarkan STR Pangdam V/Jaya Nomor STR 47-2/III/1980 tanggal 13-03-1980 telah ditugaskan Pasukan Menarhanud-1/F dengan kekuatan 1 Ki PHH dan 1 SSK untuk mengadakan pengamanan atas Gedung kedubes Sovyet Rusia dari kemungkinan rusak akibat demonstrasi pemuda pada tanggal 11-03-1980, keadaan aman.

14.         Upacara Pemakaman Bung Hatta.

Pada tanggal 15-03-1980 Danmenarhanud -1 (Kolonel Art Djoko Pramono) bertindak selaku Komandan Upacara untuk pelaksanaan pemakaman Almarhum Bung Hatta di TPU Tanah Kusir.

15.         Pengamanan Ibukota RI.

Dalam rangka Pam Ibukota RI sesuai dengan RO Jaya II/1 Laksusda Jaya Danmenarhanud-1 ditunjuk sebagai Dansatgas 53 yang bertanggung jawab atas wilayah Jakarta Selatan dan Timur. Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas 53 membawahi unsur-unsur :

  • Kodim 0504/JS dan Kores 704/JS
  • Kodim 0505/JT dam Kores 705/JT
  • Yonarhanudse-6 Dam V/Jaya
  • Yonarhanudse-10 Dam V/Jaya
  • Yon B Brimob Komdak Metro Jaya
  • Raiarhanudri-51/BS
  • 2 SSK Sattis Kapasgat Kodau-V
  • Kikavsersus Yonkav-7/V/Jaya
  • Denarhanud Rudal 003/1/F Dam Jaya PHH-AD

16.         Pam HUT Konferensi Asia Afrika XXV dan pertemuan AAICC.

Sesuai Surat Telegram Pangdam V/Jaya Nomor STR/66-2/IV/1980, Danmenarhanud-1/F ditunjuk sebagai Dansatpamtaksung yang membawahi unsur-unsur Kodim 0501 s.d. 0507 serta Denarhanud Rudal 003/1/F Dam Jaya PHH-AD. Pengamanan dilaksanakan pada tanggal 21 April 1980 s.d. 01 Mei 1980 dengan Poskout berada di halaman Bank Indonesia Jl. Thamrin 1 Jakarta Pusat. :

17.          Pam Konferensi Media Masa Islam Sedunia-1.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam V/Jaya Nomor 162-2/IV/1980 tanggal 30-08-1980, Danmenarhanud-1/F ditunjuk sebagai Dansatpamtaksung yang membawahi unsur-unsur Kodim 0501/JP s.d. 0505/JT dan 1 SSK sebagai pasukan cadangan. Pengamanan dilaksanakan tanggal 29 Agustus s.d. 05 September 1980 dengan Poskout berada di Pos Polisi Senayan.

18.         ABRI Masuk Desa.

Dalam rangka ABRI Masuk Desa (TMMD), Menarhanud-1/F tidak ketinggalan ikut aktif dalam program tersebut sesuai dengan rencana dan pengarahan pimpinan.

19.          Joint Security Committee (JSC) dan Joint Committee on Demilitarization (JCD)

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/634-2/X/2002 tanggal 25 Oktober 2002 telah diberangkatkan 2 orang Pama Menarhanud-1/F a.n. Kapten Art Muhamad Nafis dan Kapten Art Darma Setiawan dalam rangka JSC dan JCD di daerah rawan Aceh.

20.         Pengamanan Pelantikan Presiden RI.

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/727-02/X/2004, Satuan Menarhanud-1/F melaksanakan pengamanan pelantikan Presiden RI TMT 19 Oktober 2004 s.d. selesai.

21.         Pengamanan AARM-14 dan ACAMM-5

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam Jaya Nomor STR/1058-02/2004 tanggal 31 Agustus 2004, melaksanakan Pengamanan Kasad/Wakasad ASEAN pada acara AARM-14 dan ACAMM-5.

22.        Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika Th. 2005.

Berdasarkan Surat Perintah Pangdam Jaya Nomor Sprin/125-02/II/2005 tanggal 08 Pebruari 2005 seluruh satuan jajaran Menarhanud-1/F terlibat sebagai pasukan pengaman VVIP KTT AA Th.2005 dan peringatan 50 Th.KAA

23.         Pengamanan kunjungan Sripaduka Baginda yang Dipertuan Agoeng XII Malaysia

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam Jaya Nomor STR/58-02/2006 tanggal 27 Januari 2006, melaksanakan Pengamanan kunjungan Sripaduka Baginda yang Dipertuan Agoeng XII Malaysia.

24.         Pengamanan kunjungan kehormatan Kepala Staf AD Australia.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam Jaya Nomor STR/80-02/2006 tanggal 27 Januari 2006,Satuan Menarhanud-1/F melaksanakan pengamanan kunjungan kehormatan Lieutenant General Peter F.Leaty Chief of Australian Army.

25.         Pengamanan PEMILU tahun 1982,1987,1992,1997,1999, 2004, 2009 dan 2014.

Satuan Jajaran Menarhanud-1/F yang berada dibawah Kotama Kodam Jaya selalu terlibat secara aktif dalam mendukung kegiatan pengamanan PEMILU yang dilaksanakan oleh pemerintah yaitu dengan melaksanakan pengamanan di wilayah Ibukota Jakarta.

26         Pengamanan kunjungan kehormatan kenegaraan General JJ Singh.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam Jaya Nomor STR/298-02/2006 tanggal 07 Maret 2006,melaksanakan Pengamanan kunjungan kenegaraan General JJ Singh.

27.        Pengamanan kunjungan kehormatan kenegaraan Mr.Sr.Nathan.

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam Jaya Nomor STR/341-02/2006 tanggal 07April 2006 ,melaksanakan Pengamanan kunjungan kenegaraan Mr.Sr. Nathan.

28.        Pengamanan kunjungan Kenegaraan Presiden Iran

Berdasarkan Surat Telegram Pangdam Jaya Nomor/STR/612-05/2006, Satuan Menarhanud-1/F melaksanakan Pengamanan Kenegaraan Presiden Iran ke Indonesia.

29.         Pengamanan HUT Proklamasi RI.

Pada peringatan HUT Proklamasi yang dilaksanakan setiap tahun, satuan Menarhanud-1/F selalu berperan serta baik dalam pengerahan pasukan upacara ataupun sebagai pasukan pengaman.

30.         Pengamanan Sidang Tahunan MPR/DPR

Satuan Menarhanud-1/F selalu berperan melaksanakan tugas pengamanan Sidang Tahunan di Gedung MPR/DPR yang dilaksanakan setiap tahunnya.